<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1316712022148112378</id><updated>2011-10-19T14:16:08.180+07:00</updated><title type='text'>Keluarga Harmonis</title><subtitle type='html'>TIPS BAGI PEMULIHAN KELUARGA</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://keluargaharmonis.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1316712022148112378/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargaharmonis.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Paulus Herlambang</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ShLybJ76fZ0/Shtg4EFrYAI/AAAAAAAAAGQ/Rsy5fDs0_1w/S220/Paulus.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>18</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1316712022148112378.post-2929784480023962892</id><published>2011-01-20T10:52:00.001+07:00</published><updated>2011-01-20T10:54:44.153+07:00</updated><title type='text'>Uang Masa Depan</title><content type='html'>Sejarawan Prancis, Alexis de Tocqueville pernah memprediksi tentang keadaan keuangan masyarakat Amerika. Ia menuliskan ini sekitar 100 tahun yang lalu, "Tidak ada negara lain, di mana cinta akan uang telah tumbuh di dalam hati setiap orang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar dua tahun terakhir, Amerika mengalami krisis keuangan yang disebabkan oleh gaya hidup masyarakatnya yang suka memakai "uang masa depan". Masyarakat Amerika hidup dengan kemudahan fasilitas kartu kredit, yang memacu orang untuk memakai penghasilan bulan depan untuk berbelanja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaya hidup memakai uang masa depan ini yang kemudian membuat banyak orang terlilit utang, bunga bank yang relatif tinggi membuat banyak orang bangkrut dan menjadi miskin. Masyarakat di kota-kota besar di Indonesia pun mulai tertular gaya hidup yang gemar memakai uang masa depan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 3 langkah yang akan membantu anda keluar dari masalah lilitan utang:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Pertama&lt;/em&gt;, berhenti membuat utang baru, apalagi dalam jumlah yang besar.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Belajarlah mendisiplin diri untuk melihat dan mencatat uang tunai yang anda miliki, bukan melihat pada usaha apa yang bisa anda lakukan untuk mendapat pinjaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan berusaha membuat utang baru untuk memenuhi apa yang anda inginkan, itu adalah jebakan yang akan membuat anda terpuruk lebih dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunakan uang tunai yang ada untuk memenuhi kebutuhan, dan cukupkanlah diri dengan uang yang ada pada anda!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kedua&lt;/em&gt;, rencanakan masa depan.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Seseorang mengamati perbedaan sikap dalam cara mengelola keuangan antara yang kaya dan yang miskin. Mereka yang kaya menginvestasikan sebagian dari uang mereka dan memakai sisanya; sementara yang miskin berupaya menghabiskan uangnya dan menginvestasikan apa yang tersisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda benar-benar ingin keluar dari lilitan utang, rencanakan masa depan dengan mengelola keuangan secara benar. John Maxwell merencanakan keuangannya dengan prinsip 10-10-80. 10% dari penghasilan dikembalikan kepada Tuhan sebagai persembahan perpuluhan, 10% untuk diinvestasikan, dan 80% dikelola untuk memenuhi kebutuhan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi yang lain, jika anda menginginkan satu barang dan tidak memiliki uang untuk membelinya, menabunglah lebih dahulu. Setelah terkumpul baru membelinya secara tunai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Ketiga&lt;/em&gt;, jangan mengharapkan mukjizat instan, jadilah penghasil uang yang baik.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Untuk dapat menjadi pengatur uang yang baik, anda harus memiliki uang untuk diatur. Bekerjalah secara maksimal untuk menghasilkan uang yang anda butuhkan. Jangan mengharapkan hujan uang karena Tuhan hanya akan memberkati orang yang bekerja keras dan cerdas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;Masalah keuangan menjadi penyebab orang kurang tidur atau tidak bisa tidur, menurunkan performa kerja, bahkan menjadi isu tertinggi yang menyebabkan perceraian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak masalah yang timbul karena tidak bisa mengelola keuangan. Jadilah pengelola uang yang baik!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kata-kata bijak:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Orang yang merdeka tidak mengikuti segala 'keinginan daging' yang membuatnya terlilit utang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Manna Sorgawi, 20 Januari 2011 (diedit seperlunya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di-&lt;em&gt;online&lt;/em&gt;-kan oleh &lt;a href="http://www.facebook.com/pherlambang"&gt;Paulus Herlambang&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==========&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1316712022148112378-2929784480023962892?l=keluargaharmonis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1316712022148112378/posts/default/2929784480023962892'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1316712022148112378/posts/default/2929784480023962892'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargaharmonis.blogspot.com/2011/01/uang-masa-depan.html' title='Uang Masa Depan'/><author><name>Paulus Herlambang</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ShLybJ76fZ0/Shtg4EFrYAI/AAAAAAAAAGQ/Rsy5fDs0_1w/S220/Paulus.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1316712022148112378.post-8536238905392476112</id><published>2010-12-24T18:29:00.000+07:00</published><updated>2010-12-24T18:30:00.415+07:00</updated><title type='text'>Komitmen dalam Pernikahan</title><content type='html'>Komitmen merupakan faktor yang sangat penting dalam membangun keluarga bahagia. Komitmen adalah janji untuk melakukan sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika seseorang berkomitmen terhadap kebahagiaan keluarganya, maka ia akan melakukan apa saja agar dapat menciptakan kebahagiaan di dalam keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewasa ini banyak pernikahan yang diguncang oleh perceraian. Pada generasi-generasi sebelumnya, perselisihan dalam rumah tangga merupakan hal yang biasa terjadi dan tidak mudah diakhiri dengan perceraian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu permasalahan malah bisa mendewasakan pasangan suami istri. Tetapi sekarang ini, permasalahan sering kali berakhir dengan perceraian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak yang menjadi korban perceraian pun mengalami guncangan jiwa yang dapat berpengaruh pada mental dan perilakunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu alasan mengapa orang cepat mengambil keputusan untuk bercerai adalah kurangnya komitmen terhadap pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah pernyataan bagus dari Josh McDowell kepada anaknya, “Aku mencintai ibumu dan aku mencintai keluargaku, itu sebabnya aku tidak akan pernah bercerai.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pasangan suami istri memiliki komitmen yang besar terhadap pernikahan, maka kemungkinan untuk mendapatkan keluarga bahagia akan semakin besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan sebuah komitmen akan mampu mengalahkan kesulitan dan guncangan sebesar apa pun yang datang menerpa keluarga mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Manna Sorgawi, 24 Desember 2010 (diedit seperlunya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==========&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1316712022148112378-8536238905392476112?l=keluargaharmonis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1316712022148112378/posts/default/8536238905392476112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1316712022148112378/posts/default/8536238905392476112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargaharmonis.blogspot.com/2010/12/komitmen-dalam-pernikahan.html' title='Komitmen dalam Pernikahan'/><author><name>Paulus Herlambang</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ShLybJ76fZ0/Shtg4EFrYAI/AAAAAAAAAGQ/Rsy5fDs0_1w/S220/Paulus.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1316712022148112378.post-5289903464037023101</id><published>2010-09-08T10:32:00.001+07:00</published><updated>2010-09-08T10:35:17.128+07:00</updated><title type='text'>Pentingnya Keterbukaan</title><content type='html'>Setiap orang yang melihat pasangan suami istri ini pasti akan berkata, “Harmonis sekali ya.” Mereka pergi ke gereja bersama-sama, pergi ke tempat pelayanan pun berdua. Bahkan ketika ke pasar untuk berbelanja mingguan, sang suami pun ikut serta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, tidak disangka-sangka pada suatu hari sang suami menemui hamba Tuhan dan berkata, “Pak, saya sudah tidak tahan lagi hidup bersamanya.” “Maksud Bapak?” tanya hamba Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya merasa dibohongi. Selama dua bulan terakhir ini, baru ketahuan kalau dia punya banyak masalah keuangan. Yang membuat saya bertambah kesal karena saya tahu dari orang lain yang bermasalah dengan dia. Saya tidak tahu uang itu digunakan untuk apa. Saya sudah berusaha jujur kepadanya, tetapi dia sendiri malah yang tidak jujur,” jelas sang suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamba Tuhan itu coba meng-&lt;em&gt;konfrontir&lt;/em&gt; penjelasan tersebut kepada sang istri yang kebetulan juga datang untuk berkonsultasi tentang suaminya yang akhir-akhir ini sering marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang istri menjelaskan, “Saya tidak bermaksud membohongi suami. Saya hanya tidak mau suami saya patah semangat ketika harus memikirkan ini dan itu. Saya berjuang untuk mengatasinya, tetapi belum bisa sampai sekarang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi langsung sangat penting dalam kehidupan kita, termasuk dalam kehidupan berumah tangga. Jika segala sesuatu dikomunikasikan secara langsung, maka hal ini akan membuat pasangan kita tahu alasan kita melakukan sesuatu dan ia tidak bertanya-tanya dan menduga-duga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengomunikasikan segala sesuatu secara langsung akan sangat meringankan beban pasangan kita, karena kita tidak memaksa dia untuk menjadi paranormal yang dapat membaca pikiran orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, jika ibu di atas mengomunikasikan keinginannya untuk membantu suaminya, mungkin saja suaminya punya ide yang lebih baik, atau suaminya dapat melihat hal-hal yang dapat membahayakan mereka di masa depan. Dan sudah pasti, suaminya akan merasa dihargai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, keterbukaan mutlak diperlukan. Keterbukaan merupakan kata mutiara yang harus dipraktikkan di dunia nyata bagi pasangan suami istri. Untuk mendapatkan keharmonisan, keterbukaan itu penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat bahwa ketertutupan dapat mendatangkan masalah, sebaliknya keterbukaan akan membawa berkat bagi pasangan suami istri, atau setidak-tidaknya dapat mengurangi masalah-masalah yang tidak perlu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda sudah berkeluarga, belajarlah untuk mengomunikasikan segala sesuatu kepada pasangan anda, jangan biarkan ia menduga-duga dan menjadi kecewa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kata-kata bijak:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Suka atau duka tidak untuk dirasakan sendiri, tetapi diperlukan keterbukaan supaya bisa dirasakan berdua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Manna Sorgawi, 8 September 2010 (diedit seperlunya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di-&lt;em&gt;online&lt;/em&gt;-kan oleh &lt;a href="http://www.blogger.com/profile/10532221403391756597"&gt;Paulus Herlambang&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==========&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1316712022148112378-5289903464037023101?l=keluargaharmonis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1316712022148112378/posts/default/5289903464037023101'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1316712022148112378/posts/default/5289903464037023101'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargaharmonis.blogspot.com/2010/09/pentingnya-keterbukaan.html' title='Pentingnya Keterbukaan'/><author><name>Paulus Herlambang</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ShLybJ76fZ0/Shtg4EFrYAI/AAAAAAAAAGQ/Rsy5fDs0_1w/S220/Paulus.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1316712022148112378.post-799464302394699930</id><published>2010-08-31T10:07:00.001+07:00</published><updated>2010-08-31T10:09:02.366+07:00</updated><title type='text'>Pilar-pilar Kebahagiaan</title><content type='html'>Ketika memutuskan untuk menikah, orang pasti mengharapkan sebuah rumah tangga yang bahagia. Bahagia dapat didefinisikan sebagai keadaan atau perasaan senang dan tenteram, bebas dari segala yang menyusahkan. Kita mengharapkan suami atau istri yang penuh pengertian, anak-anak yang sehat dan taat, keuangan yang baik, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, kebahagiaan tidak datang dengan sendirinya. Kebahagiaan perlu dibangun dan diupayakan. Berikut ini adalah 6 pilar kebahagiaan yang perlu kita kembangkan sebagai suami istri di dalam rumah tangga:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Saling menerima&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Saling menerima merupakan kunci utama untuk mengatasi perbedaan. Pasangan kita memiliki karakter, kebiasaan, pemahaman, dan mungkin saja budaya yang berbeda jika ia berasal dari suku atau bangsa yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan berusaha untuk mengubah pasangan kita, tetapi mulailah dengan mengubah sikap kita jika memang perlu untuk berubah demi kebaikan bersama. Ketika pasangan melihat perubahan kita, besar kemungkinan ia juga akan mulai berubah atas kesadaran sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Saling menghargai&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Saling menghargai berhubungan dengan rasa hormat kita kepada pasangan. Hargailah pasangan sebagai mitra, jangan menganggap dan memperlakukan dia sebagai orang yang lebih rendah. Termasuk juga di dalamnya menghargai pendapat dan ide-idenya, sekalipun pendapatnya tidak sebaik yang anda harapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Saling mengutamakan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Kita akan mengutamakan pasangan jika kita menganggap dia lebih penting daripada diri kita sendiri. Mengutamakan diri sendiri akan menimbulkan kesalahpahaman, yang membuat damai sejahtera hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utamakanlah pasangan anda, perasaannya, keinginannya, hobinya, dsb. Sungguh indah ketika suami istri saling mengutamakan. Ada pelayanan timbal balik di antara keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Saling memuji&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Sebuah nasihat mengatakan bahwa kata-kata pujian yang kita berikan hendaklah jarang. Artinya: memberikan pujian merupakan hal yang wajar, tapi jangan memberikan pujian yang berlebihan dan mengada-ada. Pujian yang wajar merupakan motivasi yang baik bagi pasangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika selama ini kita terbiasa mengkritik pasangan, sekarang gantilah kritikan itu dengan pujian yang akan membuat pasangan kita bersukacita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. Saling mengampuni&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Dalam hidup berumah tangga, akan ada kesalahpahaman atau pelanggaran yang dilakukan oleh pasangan. Sebagai orang-orang yang sudah mendapat pengampunan dari Tuhan, suami istri hendaknya juga bersedia memberikan pengampunan ketika sikap atau tindakan pasangan menyakiti hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;6. Saling membangun&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Bantulah pasangan anda untuk berubah menjadi lebih baik. Jangan biarkan dia tetap dalam kesalahannya, tegurlah dengan kasih dan doakan dia agar anda berdua semakin baik dan maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kata-kata bijak:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Kebahagiaan tidak datang secara instan, ada usaha dan pengorbanan untuk membangunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Manna Sorgawi, 31 Agustus 2010 (diedit seperlunya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di-&lt;em&gt;online&lt;/em&gt;-kan oleh &lt;a href="http://www.blogger.com/profile/10532221403391756597"&gt;Paulus Herlambang&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==========&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1316712022148112378-799464302394699930?l=keluargaharmonis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1316712022148112378/posts/default/799464302394699930'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1316712022148112378/posts/default/799464302394699930'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargaharmonis.blogspot.com/2010/08/pilar-pilar-kebahagiaan.html' title='Pilar-pilar Kebahagiaan'/><author><name>Paulus Herlambang</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ShLybJ76fZ0/Shtg4EFrYAI/AAAAAAAAAGQ/Rsy5fDs0_1w/S220/Paulus.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1316712022148112378.post-8565432473774251033</id><published>2010-08-13T09:58:00.001+07:00</published><updated>2010-08-13T10:00:40.774+07:00</updated><title type='text'>Kuncinya Saling Memahami</title><content type='html'>Pada suatu senja sepasang suami istri berdebat cukup sengit di kamar mereka. Perdebatan itu berkembang menjadi pertengkaran dan mereka saling melontarkan kata-kata yang tak semestinya diucapkan. Persoalan-persoalan yang pernah terjadi di masa lalu, yang sebenarnya tidak ada hubungannya sama sekali dengan masalah yang sedang mereka bicarakan saat itu, diungkit kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya dalam sebuah pertengkaran, masing-masing pihak akan menggunakan alasan apa saja untuk membenarkan diri, membentengi diri sendiri, dan meraih kemenangan yang semu. Dalam pertengkaran di mana emosi sudah tidak terkendali, maka rekaman kepedihan dan sakit hati di masa lalu yang sudah dimaafkan namun tak dilupakan, akan kembali diputar dan dinikmati dalam keperihan. Pertengkaran mampu ‘mencairkan’ kembali semua perkara yang sudah dibekukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika suami istri itu berteriak satu terhadap yang lain dan hampir saja lepas kendali, perlahan-lahan pintu kamar mereka dibuka sedikit. Sebuah tangan mungil terulur dari celah yang kecil dan menaruh selembar kertas di engsel pintu. Lalu perlahan-lahan tangan mungil itu menghilang dan pintu ditutup kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran si tangan mungil mampu menutup kedua mulut yang ramai bertengkar itu. Sang istri berjalan ke pintu dan mengambil kertas yang bertuliskan, “Aku sayang papa dan mama.” Di kertas itu juga ada gambar berbentuk hati yang diwarnai dengan krayon merah. Ternyata putra mereka menaruh perhatian terhadap keributan yang terjadi di dalam kamar. Bocah berusia 8 tahun itu berhasil melakukan bagiannya, mendamaikan papa dan mamanya dengan cara yang sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat kemudian si istri tak kuasa menahan air matanya, ia menerima surat itu sebagai nasihat yang luhur. Dia memutuskan untuk menghentikan pertengkaran yang hanya akan menyakiti dirinya dan suami yang dicintainya. Pertengkaran yang sengit berhenti, dengan rendah hati mereka melakukan pemberesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore itu tercipta sebuah kesepakatan, mereka membiarkan kertas bergambar hati itu tetap menempel di pintu sebagai sebuah pengingat bagi dua orang yang berkomitmen untuk menciptakan kedamaian dalam rumah tangga mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedamaian dalam kehidupan berumah tangga diciptakan oleh semua pihak, terutama oleh suami dan istri. Idealnya, jika suami sedang dalam emosi yang tinggi, maka istri sedapat-dapatnya meredamnya dengan berdiam diri; ketika istri sedang berbicara dengan nada yang tinggi, sebaiknya suami mengambil posisi sebagai pendengar yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika penghasilan suami terbatas sehingga tidak bisa memenuhi semua kebutuhan yang diinginkan sang istri, maka si istri harus rela menerima keadaan itu sambil mengambil sikap yang benar. Berdoa agar Tuhan membuka pintu berkat bagi keluarga, supaya apa yang dibutuhkan dan diinginkan bisa terpenuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah bahwa pertengkaran tidak akan memberi titik temu, hanya sikap yang sabar, mengalah, dan pikiran positif yang memampukan kita melihat sisi yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Manna Sorgawi, 13 Agustus 2010 (diedit seperlunya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di-&lt;em&gt;online&lt;/em&gt;-kan oleh &lt;a href="http://www.blogger.com/profile/10532221403391756597"&gt;Paulus Herlambang&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==========&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1316712022148112378-8565432473774251033?l=keluargaharmonis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1316712022148112378/posts/default/8565432473774251033'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1316712022148112378/posts/default/8565432473774251033'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargaharmonis.blogspot.com/2010/08/kuncinya-saling-memahami.html' title='Kuncinya Saling Memahami'/><author><name>Paulus Herlambang</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ShLybJ76fZ0/Shtg4EFrYAI/AAAAAAAAAGQ/Rsy5fDs0_1w/S220/Paulus.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1316712022148112378.post-6925089549013176005</id><published>2010-06-30T10:02:00.002+07:00</published><updated>2010-06-30T10:06:26.972+07:00</updated><title type='text'>Antara Karier dan Keluarga</title><content type='html'>Brenda Barnes besar di lingkungan yang mengajarkan kerja keras, bersedia mendengar orang lain, dan memberi teladan hidup. Nilai-nilai dan teladan hidup itu membantunya menjadi pribadi di atas rata-rata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1975 ia menyelesaikan pendidikan di bidang bisnis dan ekonomi di Augustana College, Illinois, USA. Setelah lulus, tak banyak peluang kerja yang didapatkan, namun Brenda mau melakukan apa saja. Ia bekerja sebagai &lt;em&gt;waitress&lt;/em&gt; atau pelayan restoran, penyortir surat di kantor pos, dan berjualan pakaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1976, Brenda diterima di PepsiCo. Inc, sebagai manajer bisnis di Wilson Sporting Goods, anak perusahaan Pepsi. Di masa diskriminasi gender yang masih sangat kental itu, tak mudah baginya untuk menjalankan tugas-tugasnya. Brenda berjuang keras untuk berkompetisi dengan rekan-rekan kerjanya yang pria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring berjalannya waktu, kariernya terus menanjak. Ia dipercaya menduduki jabatan sebagai kepala penjualan. Brenda kemudian melanjutkan pendidikannya, 1978 ia meraih gelar MBA dari Loyola University. 1996 karier Brenda meroket, ia menduduki jabatan sebagai Presiden dan CEO (Chief Executive Officer) di PepsiCo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawah kepemimpinan Brenda, tahun itu PepsiCo berhasil meraup keuntungan hingga $1,43 miliar. Brenda mulai dikenal sebagai pemimpin yang berhasil membangun identitas merek dagang. Dua puluh dua tahun lamanya ia mengabdi di perusahaan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada satu titik Brenda mengambil keputusan yang mengejutkan, ia mengundurkan diri. Pada akhir 1997, ia resmi meninggalkan perusahaan yang berhasil dimajukannya. Alasannya sangat sederhana, ia ingin memiliki lebih banyak waktu bersama keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat menjadi CEO ia bekerja selama 70 jam seminggu, ia bekerja hingga pukul 3.30 pagi, belum lagi jika ia harus melakukan perjalanan bisnis ke luar kota. Brenda mengakui sehebat apa pun dia, tetap saja tidak akan mampu menikmati dua hal sekaligus secara maksimal, yaitu pekerjaan dan keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan beragam cara PepsiCo mencoba menahannya, seperti memberi waktu kerja yang lebih fleksibel, mengabaikan absensi, tanggung jawab yang lebih sedikit, dan sebagainya. Namun ia berketetapan untuk fokus pada keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusannya untuk menolak tawaran tersebut membuat banyak perusahaan di Amerika tersadar dan mengubah budaya perusahaan. Perusahaan-perusahaan tidak lagi sekadar mementingkan urusan pekerjaan, tetapi lebih terbuka untuk mengakomodasi kepentingan pribadi dan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keseimbangan antara keluarga dan pekerjaan harus terus dijaga dengan cara selalu mengevaluasi prioritas secara berkala. Jangan sampai suami/istri dan anak-anak merasa terabaikan karena kita terlalu terobsesi mengejar karier.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa gunanya kita memperoleh materi yang melimpah dan kedudukan yang tinggi jika pada akhirnya kita dijauhi istri/suami, anak, keluarga, bahkan bisa terhilang dari jalan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kata-kata bijak:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Kebahagiaan menjadi sempurna manakala tercipta keseimbangan antara Tuhan, keluarga, dan karier.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Manna Sorgawi, 30 Juni 2010 (diedit seperlunya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul asli: Antara CEO dan Keluarga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di-&lt;em&gt;online&lt;/em&gt;-kan oleh &lt;a href="http://www.blogger.com/profile/10532221403391756597"&gt;Paulus Herlambang&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==========&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1316712022148112378-6925089549013176005?l=keluargaharmonis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1316712022148112378/posts/default/6925089549013176005'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1316712022148112378/posts/default/6925089549013176005'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargaharmonis.blogspot.com/2010/06/antara-karier-dan-keluarga.html' title='Antara Karier dan Keluarga'/><author><name>Paulus Herlambang</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ShLybJ76fZ0/Shtg4EFrYAI/AAAAAAAAAGQ/Rsy5fDs0_1w/S220/Paulus.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1316712022148112378.post-2639176084776250545</id><published>2010-05-13T08:06:00.001+07:00</published><updated>2010-05-13T08:29:53.125+07:00</updated><title type='text'>Saling Menerima</title><content type='html'>Rebecca duduk di ruang istirahat seusai membawakan seminar bertema keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa yang kau bawakan tadi sangat memberkati para peserta,” kata Jane, seorang ibu yang saat itu menemaninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, mata Rebecca mulai memerah dan genangan air mata memenuhi pelupuk matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mereka pasti berpikir bahwa aku ini istri yang baik dan bahagia,” jawab Rebecca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah kamu punya masalah serius?” tanya Jane.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku sudah menikah selama 14 tahun dan suamiku adalah pria yang sangat baik. Ia jujur, sabar, penyayang dan memiliki pekerjaan yang mapan. Ia penuh perhatian dan selalu menanyakan keadaanku. Ketika aku harus pergi ke suatu tempat untuk membawakan seminar ataupun acara-acara lainnya, ia selalu menawarkan diri untuk menemani jika ia sedang tidak ada acara. Ia dengan senang hati menyiapkan alat peraga yang kubutuhkan untuk membawakan seminar, termasuk membawa alat peraga dan perlengkapan lainnya ke tempat di mana aku membawakan seminar. Ia baik dan menyayangiku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sepertinya tidak ada yang kurang?” kata Jane.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jane, sudah kukatakan bahwa suamiku sangat baik. Tapi aku menginginkan sosok suami yang bisa memimpin dan bukan melayaniku. Aku mengharapkan agar dia yang lebih terkenal dan menjadi pembicara daripada aku,” jawab Rebecca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jane memeluk Rebecca dan memberikan nasihat yang cukup singkat, “Ingatkah engkau janji pernikahan yang kau ucapkan 14 tahun yang lalu? Bukankah engkau sudah berjanji akan menerima dia apa adanya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rebecca terdiam sejenak. Ia mulai menangis, dan sejak saat itu ia tidak lagi mengharapkan agar suaminya menjadi sosok yang ia inginkan. Ia mulai mensyukuri kelebihan-kelebihan yang ada dalam diri suaminya dan menerima segala kekurangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang kita tidak merasa puas hanya dengan kebaikan, perhatian dan sikap melayani yang pasangan kita lakukan terhadap kita. Idealisme yang terlalu tinggi tidak jarang membuat kita menetapkan standar tertentu untuk pasangan kita. Misalnya: dia harus menjadi orang yang tegas, pintar, berwawasan luas, dan lain-lain. Padahal pasangan kita tidak bisa menjadi apa yang kita inginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekecewaan karena pasangan kita tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan akan semakin terasa ketika kita mulai membanding-bandingkannya dengan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami atau istri anda pasti memiliki kekurangan, tetapi ingatlah bahwa dia juga memiliki kelebihan. Bantulah pasangan anda untuk mengubah kekurangan di dalam dirinya menjadi kebaikan, tetapi terimalah apa yang tidak dapat anda ubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasih dan penerimaan yang tulus terhadap pasangan membuat anda menerima ketidaksempurnaannya dan tidak mempermasalahkan apalagi meributkannya. Bukankah anda sudah berjanji untuk menerima dia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kata-kata bijak:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Bukalah kedua mata anda ketika memilih pasangan, tetapi tutuplah satu mata anda ketika sudah menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Manna Sorgawi, 13 Mei 2010 (diedit seperlunya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di-&lt;em&gt;online&lt;/em&gt;-kan oleh &lt;a href="http://www.blogger.com/profile/10532221403391756597"&gt;Paulus Herlambang&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==========&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1316712022148112378-2639176084776250545?l=keluargaharmonis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1316712022148112378/posts/default/2639176084776250545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1316712022148112378/posts/default/2639176084776250545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargaharmonis.blogspot.com/2010/05/saling-menerima.html' title='Saling Menerima'/><author><name>Paulus Herlambang</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ShLybJ76fZ0/Shtg4EFrYAI/AAAAAAAAAGQ/Rsy5fDs0_1w/S220/Paulus.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1316712022148112378.post-8210234401827383776</id><published>2010-05-08T11:32:00.001+07:00</published><updated>2010-05-08T11:35:02.450+07:00</updated><title type='text'>Membahagiakan Pasangan dengan Memenuhi Kebutuhannya</title><content type='html'>Simaklah kisah berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibuku adalah seorang wanita yang sangat baik. Sejak kecil aku melihatnya gigih menjaga keutuhan keluarga kami. Beliau bangun dini hari, memasak bubur untuk ayah karena lambung ayah tidak baik. Setelah itu ia memasak sepanci nasi untuk anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap sore ibu menyikat panci, sehingga panci di rumah kami bisa dijadikan cermin. Ibuku adalah wanita yang sangat rajin, namun di mata ayah dia bukan pasangan yang baik. Dalam proses pertumbuhanku, tidak hanya sekali ayah menyatakan kesepiannya dalam pernikahan. Ayah tidak memahami ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayahku adalah seorang pria yang bertanggung jawab. Tidak merokok, tidak minum minuman keras, serius dalam pekerjaan, berangkat kerja tepat waktu, mengatur jadwal sekolah dan waktu liburan anak-anaknya. Beliau adalah seorang ayah yang penuh tanggung jawab, mendorong anak-anaknya untuk berprestasi dalam pelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di mata kami ayah besar seperti langit, menjaga, melindungi dan mendidik kami. Namun di mata ibu, ayah juga bukan seorang pendamping yang baik. Aku kerap melihat ibu menangis terisak-isak di sudut rumah. Ayah menyatakan ketidakbahagiaannya dengan kata-kata, sedang ibu dengan aksi kepedihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam proses pertumbuhan, aku melihat dan mendengar ketidakberdayaan dalam pernikahan orangtuaku, tapi sekaligus merasakan betapa baiknya mereka. Aku bertanya pada diriku sendiri, “Dua orang yang baik, kenapa tidak memiliki pernikahan yang bahagia?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dewasa aku menikah dengan pria yang baik. Di awal pernikahan, aku sama seperti ibu: menjaga keutuhan keluarga, menyikat panci dan membersihkan rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari ketika aku sedang membersihkan lantai, suamiku berkata, “Sayang, temani aku sebentar mendengarkan musik.” Dengan mimik tidak senang aku menjawab, “Apa kau tidak melihat bahwa rumah masih belum beres? Anak-anak juga belum menyiapkan perlengkapan mereka!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kata-kata itu terlontar aku terdiam. Kata-kata itu tidak asing di telingaku, ibuku kerap berkata demikian kepada ayah. Kesadaran muncul dalam batinku bahwa pernikahanku tengah melangkah ke sebuah kisah di mana dua orang yang baik tidak diiringi dengan pernikahan yang bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran itu membuatku bertanya pada suamiku, “Sayang, apa yang kau butuhkan?” “Aku membutuhkanmu untuk menemaniku mendengarkan musik. Rumah kotor sedikit tidak apa-apa, nanti akan kucarikan pembantu untukmu! Dengan begitu kau bisa menemaniku,” ujar suamiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak hari itu kami menikmati kebahagiaan. Aku belajar membuat daftar kebutuhan suami dan meletakkannya di atas meja, suamiku juga membuat daftar kebutuhanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puluhan kebutuhan yang panjang dan jelas, misalnya: waktu senggang menemani suami mendengarkan musik, saling memeluk kalau sempat, setiap pagi memberi sentuhan dan ciuman selamat jalan bila berangkat kerja, dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kebutuhan kami terpenuhi, pernikahan yang kami jalani kian hari kian penuh daya hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Manna Sorgawi, 8 Mei 2010 (diedit seperlunya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul asli: Apa yang Kau Butuhkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di-&lt;em&gt;online&lt;/em&gt;-kan oleh &lt;a href="http://www.blogger.com/profile/10532221403391756597"&gt;Paulus Herlambang&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==========&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1316712022148112378-8210234401827383776?l=keluargaharmonis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1316712022148112378/posts/default/8210234401827383776'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1316712022148112378/posts/default/8210234401827383776'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargaharmonis.blogspot.com/2010/05/membahagiakan-pasangan-dengan-memenuhi.html' title='Membahagiakan Pasangan dengan Memenuhi Kebutuhannya'/><author><name>Paulus Herlambang</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ShLybJ76fZ0/Shtg4EFrYAI/AAAAAAAAAGQ/Rsy5fDs0_1w/S220/Paulus.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1316712022148112378.post-3939622983952736993</id><published>2010-03-28T10:18:00.000+07:00</published><updated>2010-03-28T10:19:40.389+07:00</updated><title type='text'>Berfungsi sebagai Rem</title><content type='html'>Pak Tio adalah seorang karyawan di sebuah perusahaan penerbitan. Jarak rumah dengan kantornya sekitar 40 km yang ditempuhnya dengan menggunakan motor. Dia mempunyai istri yang setia dan anak yang cukup berprestasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap pagi istrinya berkata, “Hati-hati di jalan, jangan ngebut.” Tetapi tidak jarang pada malam hari suaminya berkata, “Aku tadi emosi, ada pengendara motor yang seenaknya dan aku kejar dia.” “Jangan begitu, biarkan saja, nanti kalau celaka kan repot,” jawab istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu dan Minggu adalah hari yang paling pas untuk istri Pak Tio menjalankan fungsinya sebagai 'rem', karena Pak Tio selalu mengantarnya ke pasar atau ke tempat-tempat lain. Beberapa kali terdengar perkataan, “Awas pelan sedikit,” “Jangan terlalu ke kanan,” “Di belakangnya saja, tidak usah mendahului,” “Awas jalanan sempit,” dan masih banyak yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang Pak Tio kesal dan menjawab, “Ah, adik ini, cerewet banget sih.” Menarik memerhatikan jawaban istrinya, “Kalau aku tidak cerewet, nanti Mas ngebut.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata fungsi ini dijalankan istri Pak Tio bukan hanya dalam masalah naik motor, tetapi juga dalam hal-hal lain. Suatu kali Pak Tio mendapat informasi dari temannya tentang seseorang yang memfitnahnya. Dia pun bergegas beranjak dari tempat duduknya dan bermaksud hendak melabrak orang tersebut. Tetapi tangan istrinya menghalanginya dan terucaplah kata-kata, “Sabarlah Mas, jangan keburu nafsu. Siapa tahu maksudnya tidak demikian.” Pak Tio pun mengurungkan niatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan lain, dia dibuat kesal oleh anaknya yang tidak pamit ketika pergi ke rumah temannya setelah pulang sekolah. Muka seram dan kata-kata keras pun sudah disiapkan menjelang anaknya masuk rumah. Tetapi istrinya berkata, “Nanti jangan dimarahi ya, biarkan dia makan dulu, nanti kita bilangi saja.” Kali ini pun Pak Tio membatalkan rencananya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mengambil keputusan pun, istri Pak Tio selalu mengawasinya, siapa tahu keputusan itu dibuat dengan terburu-buru dan berdampak negatif bagi kehidupan bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan dalam masalah makan pun sering kali dia berkata, “Aku sengaja tidak membelikan roti. Nanti dobel, sudah makan malam tambah roti lagi,” atau “Jangan makan gorengan terus, tidak baik.” Demikian yang dilakukan istri Pak Tio, dia benar-benar bisa mengerem suaminya supaya tidak kebablasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya dalam rumah tangga dibutuhkan seseorang untuk mengerem pasangan hidupnya supaya tidak bertindak kebablasan, di tempat ibadah pun dibutuhkan. Adakalanya seseorang melayani dengan emosional, tanpa hikmat. Hal ini bukan saja tidak menjadi berkat, malah bisa menjadi batu sandungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tempat kerja pun, kita butuh rekan kerja yang bisa mengerem, jika kita berada pada jalur yang salah. Demikian juga di tempat-tempat lain, di lingkungan pemerintahan, di sebuah klub olahraga, dan sebagainya. Sudahkah anda berfungsi sebagai 'rem' bagi mereka yang cenderung kebablasan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kata-kata bijak:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Ketika kita tidak bisa mengerem diri sendiri, dibutuhkan orang lain untuk mengerem kita. Jangan menolak mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Manna Sorgawi, 28 Maret 2010 (diedit seperlunya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di-&lt;em&gt;online&lt;/em&gt;-kan oleh &lt;a href="http://www.blogger.com/profile/10532221403391756597"&gt;Paulus Herlambang&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=======&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1316712022148112378-3939622983952736993?l=keluargaharmonis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1316712022148112378/posts/default/3939622983952736993'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1316712022148112378/posts/default/3939622983952736993'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargaharmonis.blogspot.com/2010/03/berfungsi-sebagai-rem.html' title='Berfungsi sebagai Rem'/><author><name>Paulus Herlambang</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ShLybJ76fZ0/Shtg4EFrYAI/AAAAAAAAAGQ/Rsy5fDs0_1w/S220/Paulus.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1316712022148112378.post-8297691681508840607</id><published>2007-09-19T18:16:00.001+07:00</published><updated>2009-05-27T23:16:17.081+07:00</updated><title type='text'>Apakah Anda Berpuas Diri Sehingga Mengabaikan Tanda-tanda Masalah Pernikahan?</title><content type='html'>Oleh &lt;a href="http://www.articlehighlight.com/profile/Brandon-Hong/256"&gt;Brandon Hong&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua pasangan mengalami masa-masa sulit ketika tekanan luar mengalahkan mereka dan banyak hal mulai memburuk di rumah. Hal-hal tersebut tidak selalu merupakan tanda adanya masalah dalam pernikahan. Tekanan keuangan, masalah keluarga, jadwal yang ketat, dan kewajiban karier dapat menimbulkan ketegangan dalam hubungan. Lalu, bagaimana anda dapat mengatakan bahwa masalah-masalah ini merupakan masalah biasa, atau benar-benar merupakan tanda-tanda awal adanya masalah dalam pernikahan yang harus diperhatikan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita melihat beberapa tanda umum adanya masalah dalam pernikahan dan hubungan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;a) Berpuas diri&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Banyak penasihat pernikahan berpendapat bahwa salah satu tanda peringatan awal adanya masalah dalam sebuah pernikahan adalah berpuas diri (&lt;em&gt;complacent&lt;/em&gt;). Menganggap pasangan sudah seharusnya seperti itu, lalai meluangkan waktu bersama, atau lupa mengatakan “Aku mencintaimu” bisa merupakan tanda adanya masalah dalam pernikahan yang dapat menimbulkan krisis yang jauh lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;b) Berkurangnya kemesraan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Jika cinta anda yang sebelumnya mengebu-gebu telah berkurang, maka itu bisa merupakan tanda lain adanya masalah dalam pernikahan. Tentu saja, berbagai peristiwa dalam kehidupan seperti memiliki anak, pindah tempat tinggal, berganti pekerjaan, atau masalah kesehatan dapat memengaruhi gairah seks, yang tidak selalu merupakan masalah dalam pernikahan. Namun, jika kecenderungan itu terus-menerus terjadi selama beberapa bulan, bisa jadi itu merupakan tanda adanya masalah pernikahan yang harus dicarikan jalan keluarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;c) Menghindari konflik&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Dalam upaya untuk menghindari pertengkaran, beberapa orang berusaha untuk menghindari konflik sama sekali. Meskipun ini seolah-olah merupakan reaksi yang sehat, dalam kenyataannya hal itu hanya akan menyebabkan masalah pokoknya semakin membesar. Itu juga dapat menyebabkan meledaknya emosi jika telah mencapai puncaknya. Menghindari masalah yang berpotensi membesar bisa merupakan tanda adanya masalah dalam pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;d) Ingin menang sendiri&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Jika salah satu pihak merasa bahwa ia harus menang dalam setiap perdebatan, hal itu merupakan tanda yang meyakinkan adanya masalah pernikahan. Pernikahan merupakan sebuah kemitraan yang memerlukan kerja sama. Seharusnya tidak boleh ada menang dan kalah dalam sebuah pernikahan. Hanya boleh ada kerja sama dan upaya untuk mencapai tujuan bersama. Jika anda tidak melakukan hal ini, mungkin itu merupakan tanda adanya masalah dalam pernikahan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;e) Mempertimbangkan untuk berselingkuh&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Jika salah satu pihak sedang mempertimbangkan, walaupun baru setengah hati, untuk berselingkuh, itu merupakan tanda adanya masalah dalam pernikahan anda. Berbicaralah secara jujur dengan pasangan anda tentang apa yang dirasa kurang dalam hubungan anda. Berusahalah untuk menyalakan kembali api asmara anda dan padamkanlah tanda-tanda masalah pernikahan sebelum muncul. Akibat jangka panjang dalam hubungan anda yang disebabkan oleh perselingkuhan bisa sangat parah. Jadi, berpikirlah dua kali sebelum anda melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;f) Liburan masing-masing, hidup sendiri-sendiri&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Jika anda dan pasangan anda merencanakan untuk hidup sendiri-sendiri, baik berupa liburan masing-masing, hobi yang membuat anda sibuk di luar rumah, atau bahkan rekening bank yang terpisah, mungkin itu merupakan tanda adanya masalah pernikahan. Hal itu dapat menyebabkan hubungan yang semakin menjauh tanpa disadari oleh kedua belah pihak. Ingatlah bahwa anda merupakan pasangan, dan itu harus diutamakan. Anda dapat mencegah munculnya tanda-tanda masalah pernikahan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.articlehighlight.com/"&gt;http://www.articlehighlight.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(article directory milik sendiri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirilah Stres dan Kecemasan karena Tidak Tahu Apa yang Harus Dilakukan untuk Menyelamatkan Pernikahan Anda yang Bermasalah! Dapatkanlah tips dan nasihat pernikahan yang telah terbukti keampuhannya hari ini juga. &lt;a href="http://www.ways-to-save-a-marriage.info/articles" target="_blank"&gt;www.ways-to-save-a-marriage.info/articles&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*** Artikel di atas diterjemahkan oleh &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1041880055"&gt;Paulus Herlambang&lt;/a&gt;. Artikel aslinya (dalam bahasa Inggris) dapat dibaca &lt;a title="klik" href="http://www.articlehighlight.com/Article/Are-You-Complacent-And-Ignoring-These-Common-Signs-of-Marriage-Problems-/962"&gt;di sini…&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1316712022148112378-8297691681508840607?l=keluargaharmonis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1316712022148112378/posts/default/8297691681508840607'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1316712022148112378/posts/default/8297691681508840607'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargaharmonis.blogspot.com/2007/09/apakah-anda-merasa-cukup-puas-dan.html' title='Apakah Anda Berpuas Diri Sehingga Mengabaikan Tanda-tanda Masalah Pernikahan?'/><author><name>Paulus Herlambang</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ShLybJ76fZ0/Shtg4EFrYAI/AAAAAAAAAGQ/Rsy5fDs0_1w/S220/Paulus.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1316712022148112378.post-6606048112940984131</id><published>2007-09-10T18:31:00.000+07:00</published><updated>2007-09-10T18:45:43.876+07:00</updated><title type='text'>Cara Rujuk dengan Mantan - Masalah Kedewasaan</title><content type='html'>Oleh &lt;a href="http://www.articlehighlight.com/profile/Andres-Berger/809"&gt;Andres Berger&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab utama hubungan yang terputus adalah kurangnya kemampuan salah satu atau kedua belah pihak dari orang-orang yang terlibat untuk mempertahankan hubungan yang abadi. Dan penyebab utama yang mendasar dari ketidakmampuan ini adalah ketidakdewasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi manusia dewasa berarti seseorang telah berkembang secara penuh dan siap untuk mengejar sesuatu yang berharga. Orang yang dewasa telah mencapai kestabilan dalam hubungannya dengan orang lain. Ia memiliki kualitas yang diperlukan dalam membangun hubungan berdasarkan minat yang sama serta memiliki kemauan untuk bertumbuh dan memperluas pengetahuannya tentang diri sendiri dan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang dewasa ingin menjalin hubungan di mana ia dapat mencintai orang lain dengan cinta yang tidak berkompromi. Menjalin hubungan adalah mencari seseorang untuk dicintai. Bila menjalin hubungan dilakukan dengan tujuan “untuk dicintai”, maka hubungan itu berada pada jalur yang rapuh. Dalam hal ini mungkin tidaklah bijaksana untuk melakukan rekonsiliasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang dewasa menolak untuk bersikap gampangan dan sejak awal menolak untuk berkompromi dalam memperoleh cinta seseorang. Kita kadang-kadang menyebut cinta, daya tarik fisik, dan perhatian dari seseorang, tetapi itu bukanlah Cinta. Sering kali itu merupakan upaya untuk memperoleh cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika seseorang berkata, “Aku mencintaimu,” pernyataan ini bisa benar atau tidak, walaupun kedua belah pihak mungkin memercayainya saat itu, karena mereka secara tidak sadar atau bahkan secara sadar mendambakan cinta. Pernyataan ini bisa berarti, “Aku suka dengan perasaanku ketika kamu …”, apa pun yang anda lakukan baginya. Hubungan dua orang yang telah dewasa memungkinkan mereka untuk berkomunikasi secara efektif dengan kata-kata, perbuatan, dan pada saat hening, dan ini adalah hubungan yang abadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mempertimbangkan apakah anda akan membangun kembali hubungan yang telah terputus dengan mantan istri atau mantan pacar, pikirkanlah dengan jujur jenis hubungan yang anda miliki. Kapan untuk terakhir kalinya anda dan mantan anda saling berpandangan di sebuah ruangan yang banyak orang dan dalam tatapan mata yang singkat itu anda berdua tahu bahwa itu adalah pandangan yang saling mencintai. Kapan untuk terakhir kalinya anda berkata kepada mantan anda, “Jangan menyiapkan makanan malam nanti. Aku akan mengajakmu ke sebuah tempat yang istimewa untuk makan malam bersama, kemudian ke teater”? Kapan untuk terakhir kalinya mantan anda melakukan sesuatu yang benar-benar istimewa bagi anda karena cintanya kepada anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seberapa sering anda telah membuktikan cinta anda dengan cara membersihkan meja makan dan mengerjakan tugas-tugas rumah tangga sekadar untuk bisa bersamanya? Kapan untuk terakhir kalinya mantan anda datang dan duduk di samping anda ketika anda sedang menonton pertandingan sepak bola sekadar untuk menghabiskan waktu bersama, walaupun ia tidak menyukai sepak bola? Apakah hubungan anda merupakan hubungan yang dewasa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.articlehighlight.com/"&gt;http://www.articlehighlight.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Copyright 2007 - Andres Berger memberikan nasihat tentang &lt;a href="http://howtogetbackwithex.bethefinest.com/" target="_blank"&gt;Cara Rujuk Dengan Mantan&lt;/a&gt; dan juga menerbitkan newsletter yang sangat populer tentang &lt;a href="http://how-to-get-your-ex-back.bethefinest.com/" target="_blank"&gt;Cara Mendapatkan Kembali Mantan Anda&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel aslinya (dalam bahasa Inggris) dapat dibaca &lt;a title="klik" href="http://www.articlehighlight.com/Article/How-To-Get-Back-With-Ex---Maturity-Matters/8796"&gt;di sini…&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1316712022148112378-6606048112940984131?l=keluargaharmonis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1316712022148112378/posts/default/6606048112940984131'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1316712022148112378/posts/default/6606048112940984131'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargaharmonis.blogspot.com/2007/09/cara-rujuk-dengan-mantan-masalah.html' title='Cara Rujuk dengan Mantan - Masalah Kedewasaan'/><author><name>Paulus Herlambang</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ShLybJ76fZ0/Shtg4EFrYAI/AAAAAAAAAGQ/Rsy5fDs0_1w/S220/Paulus.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1316712022148112378.post-1215273083191517742</id><published>2007-07-24T09:36:00.000+07:00</published><updated>2007-07-24T10:11:03.720+07:00</updated><title type='text'>Bagaimana Membuat Hubungan dengan Pasangan Anda Tetap Harmonis?</title><content type='html'>Oleh &lt;a href="http://www.articlehighlight.com/profile/Jerry-Leung/583"&gt;Jerry Leung&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika anda memutuskan untuk menikah dengan orang yang anda cintai, tibalah saatnya untuk membuat kesepakatan antara anda dan pasangan anda. Beberapa isu mungkin belum pernah dibicarakan atau tidak pernah dibicarakan secara mendalam sebelumnya. Yang menjadi masalah, isu-isu tersebut mungkin sangat penting dan dapat menghancurkan pernikahan anda di kemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah beberapa isu yang perlu anda pikirkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1 Kesetiaan dalam hubungan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Tidak seorang pun dapat bersikap tenang ketika ada orang ketiga dalam pernikahan. Namun, apakah batasan tidak setia itu? Setiap orang mungkin memiliki definisi yang berbeda. Diskusikanlah hal itu dengan pasangan anda dan lihatlah apakah ada perbedaan antara pemikiran anda dan pemikiran pasangan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2 Respek &amp;amp; toleransi&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Kita harus menaruh respek dan memercayai pasangan kita. Adanya keraguan yang tak beralasan terhadap pasangan anda hanya akan menimbulkan percekcokan dan merusak hubungan anda berdua. Anda tidak perlu memeriksa daftar nama di telepon genggam atau email pasangan anda. Inilah bentuk respek dan kepercayaan dasar yang harus dimiliki oleh anda berdua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3 Harapan penghasilan keluarga&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Ada banyak biaya yang harus dikeluarkan ketika dua orang menikah. Antara lain biaya sewa, transportasi, makanan, hiburan, dan sebagainya. Standar kehidupan seperti apa yang anda inginkan setelah menikah harus dibicarakan secara mendetail agar tidak terjadi perbedaan harapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4 Perbedaan agama&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Hormatilah agama pasangan anda. Tidak beralasan untuk meminta pasangan anda pindah agama hanya karena anda. Memahami dan menghormati perbedaan agama merupakan hal yang penting agar hubungan tetap harmonis dalam jangka panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5 Menikmati Hobi Bersama&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Apakah hobi pasangan anda? Jika anda sangat menyukai kegiatan luar ruang sedangkan pasangan anda hanya ingin membaca buku di ruang keluarga, hal itu dapat menyebabkan perselisihan dan kekecewaan. Tidak dikatakan bahwa anda berdua harus memiliki hobi yang sama. Berbagi adalah kuncinya. Walaupun anda berdua memiliki hobi yang berbeda, anda masih dapat berbagi kebahagiaan dan kesenangan dari hobi anda kepada pasangan anda. Membiarkannya mengetahui lebih banyak tentang hobi anda akan lebih mendekatkan anda berdua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;6 Memiliki anak atau tidak&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Sebelum memasuki pernikahan, perlu dibicarakan apakah anda ingin punya anak atau tidak, karena kadang-kadang hal ini dapat menjadi sumber pertengkaran antara suami istri. Salah satu mungkin ingin punya dua atau tiga orang anak, tetapi pasangannya mungkin tidak ingin punya anak. Kesepakatan dan persetujuan harus dicapai sebelum pernikahan karena ini bukan masalah benar atau salah. Jika anda atau pasangan anda ingin membawa anak ke dalam pernikahan, anda harus memastikan bahwa anak-anak itu dan pasangan anda dapat saling menerima agar dapat terjalin hubungan keluarga yang bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;7 Hubungan Seksual yang Memuaskan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Seks adalah kunci penting yang akan memperkuat pernikahan. Namun, kadang-kadang pasangan suami istri merasa malu untuk membicarakan hal-hal seperti seberapa sering kegiatan seksual akan dilakukan. Ini terutama terjadi di Hong Kong. Posisi seperti apa yang dapat memberikan kepuasan seksual tertinggi bagi anda dan pasangan anda? Tidak ada gunanya menghindari pembicaraan tentang hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.articlehighlight.com/"&gt;http://www.articlehighlight.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jerry Leung adalah seorang desainer undangan pernikahan yang berbasis di Hong Kong. Leung memiliki minat yang besar dalam Undangan Pernikahan Bergaya Chinese. Ia mendesain &lt;a href="http://www.983wedding.com/" target="_blank"&gt;Undangan pernikahan unik&lt;/a&gt; yang berbeda. Ia juga memiliki website &lt;a href="http://www.imarry.org/" target="_blank"&gt;Wedding Tips&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://au.imarry.org/" target="_blank"&gt;Wedding Vendor Directory&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel aslinya (dalam bahasa Inggris) dapat dibaca &lt;a title="klik" href="http://www.articlehighlight.com/Article/How-Can-You-Keep-a-Long-Term-Relationship-with-Your-Partner-in-a-Marriage-/2834"&gt;di sini…&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1316712022148112378-1215273083191517742?l=keluargaharmonis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1316712022148112378/posts/default/1215273083191517742'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1316712022148112378/posts/default/1215273083191517742'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargaharmonis.blogspot.com/2007/07/bagaimana-membuat-hubungan-dengan.html' title='Bagaimana Membuat Hubungan dengan Pasangan Anda Tetap Harmonis?'/><author><name>Paulus Herlambang</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ShLybJ76fZ0/Shtg4EFrYAI/AAAAAAAAAGQ/Rsy5fDs0_1w/S220/Paulus.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1316712022148112378.post-1026884394122384279</id><published>2007-06-25T21:09:00.000+07:00</published><updated>2007-06-25T22:25:39.681+07:00</updated><title type='text'>Enam Cara Sederhana untuk Menyelamatkan Pernikahan</title><content type='html'>Oleh &lt;a href="http://www.articlehighlight.com/profile/Brandon-Hong/256"&gt;Brandon Hong&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada hubungan yang sempurna, itulah kenyataan yang harus kita hadapi. Pasangan yang paling harmonis sekalipun, suatu saat pasti akan menghadapi masa-masa sulit. Setiap pernikahan memiliki pasang surutnya masing-masing. Namun, pernikahan bisa tetap menjadi hubungan yang memuaskan dan bahagia bila masing-masing pihak menginginkannya. Jika saat ini anda sedang menghadapi masalah dalam pernikahan dan bertanya apakah masalah anda dapat diselesaikan, ingatlah bahwa ada banyak cara untuk menyelesaikan masalah pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu nasihat pernikahan yang terbaik adalah mulailah berkomunikasi dengan lebih efektif. Komunikasi yang buruk merupakan penyebab utama hancurnya sebuah hubungan. Jika anda tidak tahu bagaimana cara memperbaiki kesalahan anda dalam berkomunikasi, belilah beberapa buku atau ikutlah kelas-kelas pengembangan diri di kota anda. Banyak di antaranya yang membahas tentang peningkatan komunikasi, dan anda mungkin akan menemukan kelas yang membahas tentang cara menyelamatkan pernikahan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara lain untuk menyelamatkan pernikahan adalah berhenti mengkritik. Bahkan ketika anda sedang kesal terhadap pasangan anda, ada banyak cara untuk menyatakan perasaan anda, dan beberapa di antaranya lebih efektif daripada yang lain. Dalam kaitan dengan tips pernikahan, berteriak dan mengomel termasuk cara yang tidak direkomendasikan. Anda boleh menyatakan perasaan, namun lakukanlah dengan cara yang positif dan membangun. Kritik yang menyakitkan tidak ada gunanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu cara untuk menyelamatkan pernikahan yang tidak banyak dibicarakan adalah perlunya memiliki kehidupan pribadi. Dapat dimaklumi bahwa setelah sekian lama hidup bersama orang yang anda cintai, anda akan memiliki banyak minat dan teman yang sama. Namun memiliki teman-teman dan minat anda sendiri merupakan hal yang sehat dan merupakan salah satu cara untuk membangun pernikahan yang berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memerhatikan kepentingan diri sendiri juga merupakan cara untuk menyelamatkan pernikahan. Memiliki waktu untuk melakukan sesuatu bagi diri sendiri agar tetap bugar atau mengikuti kelas peningkatan harga diri akan meningkatkan hubungan anda. Perasaan nyaman terhadap diri sendiri akan membuat hidup anda lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terapi pernikahan yang dilakukan secara perseorangan atau berpasangan juga merupakan cara yang positif untuk membangun sebuah pernikahan yang sehat. Berbicara dengan pihak ketiga yang objektif, yakni seseorang yang terlatih untuk mengenali pola-pola yang dapat merusak hubungan, bisa sangat menolong. Para terapis bisa memberikan banyak nasihat atau tips untuk menyelamatkan pernikahan, bahkan ketika sebuah hubungan sedang menghadapi masalah serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara yang sangat berharga untuk menyelesaikan masalah pernikahan adalah perlunya kedua belah pihak untuk saling jujur. Rahasia dan kebohongan tidak akan menyelamatkan pernikahan, melainkan hanya akan menyakiti dan merusak kepercayaan. Bersikap terbuka dan memercayai sepenuhnya kadang-kadang menakutkan, tetapi itu merupakan langkah pasti untuk memperkuat keintiman dalam setiap hubungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, bagaimana cara mengatasi masalah pernikahan? Ada banyak cara, tetapi jika anda memiliki komitmen terhadap hubungan anda dan bersedia melakukan apa saja untuk mengatasi masalah yang timbul, maka anda pasti akan merasakan manfaat dari cara-cara yang anda pilih untuk menyelamatkan pernikahan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.articlehighlight.com/"&gt;http://www.articlehighlight.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirilah stres dan kecemasan karena tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk menyelamatkan pernikahan anda yang bermasalah! Dapatkan tips dan nasihat pernikahan yang sudah terbukti keampuhannya hari ini. &lt;a href="http://www.ways-to-save-a-marriage.info/" target="_blank"&gt;http://www.ways-to-save-a-marriage.info&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel aslinya (dalam bahasa Inggris) dapat dibaca &lt;a title="klik" href="http://www.articlehighlight.com/Article/Six-Simple-Fast-Ways-To-Save-A-Marriage/664"&gt;di sini…&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1316712022148112378-1026884394122384279?l=keluargaharmonis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1316712022148112378/posts/default/1026884394122384279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1316712022148112378/posts/default/1026884394122384279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargaharmonis.blogspot.com/2007/06/enam-cara-sederhana-untuk-menyelamatkan.html' title='Enam Cara Sederhana untuk Menyelamatkan Pernikahan'/><author><name>Paulus Herlambang</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ShLybJ76fZ0/Shtg4EFrYAI/AAAAAAAAAGQ/Rsy5fDs0_1w/S220/Paulus.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1316712022148112378.post-2275571868164458260</id><published>2007-04-30T09:23:00.001+07:00</published><updated>2007-04-30T09:32:11.268+07:00</updated><title type='text'>Buatlah Suami Merasa Spesial</title><content type='html'>Sesuatu yang akan membuat sebuah pernikahan tetap harmonis adalah kesediaan masing-masing pihak untuk membuat pasangannya merasa dikasihi, dikagumi, dan dihargai. Berikut ini adalah tips bagi para istri untuk membuat suaminya merasa spesial.&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Jangan memotong atau mengoreksi pembicaraannya ketika ia sedang berbicara&lt;/strong&gt;. Biarkan ia menyelesaikan pembicaraannya dan bersabarlah menunggu hingga ia selesai berbicara, baru kemudian anda menyampaikan pendapat anda. Kebiasaan para istri yang selalu memotong pembicaraan suami merupakan kebiasaan buruk yang hanya akan membuat suami merasa tidak dihargai dan dihormati.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Berikan pujian yang tulus kepadanya di hadapan anak-anak, orangtua dan teman-temannya&lt;/strong&gt;. Ini akan meningkatkan rasa percaya diri dan harga dirinya. Pujian yang diberikan kepada suami akan menciptakan penilaian tersendiri di dalam diri orang-orang yang mendengarnya. Anak-anak juga akan merasa lebih bangga terhadap ayah mereka.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Biarkan ia mengambil waktu untuk santai ketika tiba di rumah&lt;/strong&gt;. Ada istri yang tidak rela melihat suaminya beristirahat sejenak, apalagi kalau ia sendiri masih mengerjakan pekerjaan-pekerjaan dapur. Kebiasaan ini akan membuat suami merasa tidak nyaman berada di rumah sendiri. Biarkan ia menikmati istirahatnya dan merasakan ‘&lt;em&gt;home sweet home&lt;/em&gt;’.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Bangunlah ketertarikan yang tulus terhadap pekerjaan dan hobinya&lt;/strong&gt;. Mungkin kita tidak menyukai atau mengerti pekerjaan maupun hobi suami, misalnya perdagangan valas atau hobi renang. Belajarlah untuk mengetahui sedikit dan tidak buta sama sekali tentang bidang pekerjaan suami. Bangunlah rasa suka terhadap apa yang disukai oleh suami. Dengan cara ini ia akan merasa didukung dan diberi semangat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Siapkan kebutuhannya ketika ia hendak berangkat bekerja atau bertugas&lt;/strong&gt;. Jangan bersikap masa bodoh. Jangan malas mengurus suami. Jangan sampai suami bangun, menyiapkan sendiri segala kebutuhannya, kemudian berangkat bekerja, sementara istri masih tidur. Ingatlah bahwa istri adalah penolong bagi suami dan bertugas meringankan bebannya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Masaklah masakan kesukaannya&lt;/strong&gt;. Cara ini akan membuat suami semakin merasa spesial, diperhatikan, dan disayangi. Dampaknya ia akan lebih bergairah menjalani hidup dan bekerja untuk mencari nafkah bagi keluarga.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;Keluarga bahagia adalah keluarga yang didambakan oleh semua orang. Kita semua mengharapkan agar hubungan suami istri merupakan hubungan yang indah. Guna mewujudkan semua ini, tentu diperlukan kesediaan suami maupun istri untuk sedapat mungkin membuat pasangannya merasa bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata bijak:&lt;br /&gt;Peganglah prinsip untuk &lt;em&gt;saling membahagiakan&lt;/em&gt;, maka rumah tangga anda akan benar-benar bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Renungan Harian &lt;em&gt;Manna Sorgawi&lt;/em&gt;, 18 Mei 2007.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1316712022148112378-2275571868164458260?l=keluargaharmonis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1316712022148112378/posts/default/2275571868164458260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1316712022148112378/posts/default/2275571868164458260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargaharmonis.blogspot.com/2007/04/buatlah-suami-merasa-spesial.html' title='Buatlah Suami Merasa Spesial'/><author><name>Paulus Herlambang</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ShLybJ76fZ0/Shtg4EFrYAI/AAAAAAAAAGQ/Rsy5fDs0_1w/S220/Paulus.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1316712022148112378.post-498025928618311244</id><published>2007-04-21T09:49:00.000+07:00</published><updated>2007-04-21T20:42:14.637+07:00</updated><title type='text'>Sembilan Nasihat Pernikahan</title><content type='html'>&lt;p&gt;Tidak seorang pun berharap pernikahannya akan hancur berantakan. Suami maupun istri tentu menginginkan kebahagiaan dalam rumah tangga. Berikut ini adalah sembilan nasihat untuk mencapai kebahagiaan pernikahan. &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Jangan pernah terlintas dalam benak anda untuk bercerai.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Perceraian bukanlah pilihan terbaik untuk menyelesaikan masalah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Jangan membandingkan pasangan anda dengan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Setiap orang berbeda dan diciptakan dengan keunikan tersendiri. Pernikahan anda pun unik, dan kebahagiaan dalam pernikahan anda akan datang dengan cara yang unik pula.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Ampunilah pasangan anda.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Anda dan pasangan anda bukanlah orang yang sempurna. Oleh karena itu, berikanlah pengampunan ketika pasangan anda melakukan kesalahan. Jangan biarkan kebencian dan kepahitan terhadap pasangan tumbuh di dalam hati anda.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Berhentilah mengkritik pasangan.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Kasih tidak mengenal kritik yang menjatuhkan. Kasih juga tidak berusaha mencari kekurangan pasangan. Gantilah kritik dengan pujian, maka anda akan melihat respons yang berbeda dari pasangan anda.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Kembangkanlah komunikasi yang baik dengan pasangan.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Tidak sedikit rumah tangga yang hancur karena tidak adanya komunikasi yang baik. Belajarlah untuk &lt;a title="klik" href="http://antarmanusia.blogspot.com/2007/03/seni-mendengar.html"&gt;mendengarkan&lt;/a&gt; pasangan sebagaimana anda juga ingin didengarkan. Berilah tanggapan positif atas apa yang ia bicarakan, tawarkan pertolongan dan berikan saran.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Jangan cari di luar rumah atau di dalam diri orang lain apa yang tidak anda dapatkan dalam pasangan anda.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Jika isteri anda bukan seorang pendengar yang baik, misalnya, jangan mencari wanita lain yang dapat dijadikan teman bicara seperti yang anda inginkan. Ini merupakan celah bagi masuknya orang ketiga ke dalam pernikahan anda.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Percayalah pada pasangan anda, meskipun ia pernah melakukan kesalahan.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Kepercayaan merupakan salah satu fondasi bagi sebuah pernikahan yang kokoh. Tanpa kepercayaan, pernikahan tidak akan langgeng.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Setiap hari lakukanlah sesuatu yang dapat menyenangkan atau membahagiakan pasangan anda.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Hal-hal yang sederhana sekalipun dapat mengesankan hatinya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Mengucap syukurlah kepada Tuhan atas hal-hal baik yang dimiliki pasangan Anda.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Tuliskanlah kelebihan-kelebihannya, sehingga anda dapat melihat bahwa hal-hal positif di dalam diri pasangan anda ternyata dapat menutupi kelemahan-kelemahannya.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;Sumber: Renungan Harian &lt;em&gt;Manna Sorgawi&lt;/em&gt;, 29 November 2006.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1316712022148112378-498025928618311244?l=keluargaharmonis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1316712022148112378/posts/default/498025928618311244'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1316712022148112378/posts/default/498025928618311244'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargaharmonis.blogspot.com/2007/04/sembilan-nasihat-bagi-pernikahan-anda.html' title='Sembilan Nasihat Pernikahan'/><author><name>Paulus Herlambang</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ShLybJ76fZ0/Shtg4EFrYAI/AAAAAAAAAGQ/Rsy5fDs0_1w/S220/Paulus.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1316712022148112378.post-5169422343408791953</id><published>2007-03-29T11:17:00.000+07:00</published><updated>2007-04-21T10:11:38.767+07:00</updated><title type='text'>Tiga Jenis Kasih</title><content type='html'>Apakah yang membuat seorang suami tidak menuntut istrinya untuk menyervis dia? Malah sebaliknya, dalam hubungan intim sang suamilah yang berfokus untuk memuaskan kebutuhan biologis istrinya terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata kuncinya terletak pada jenis kasih yang ia miliki. Dalam budaya Yunani, dikenal tiga jenis kasih. Yang pertama adalah kasih &lt;em&gt;eros&lt;/em&gt;. Jenis kasih ini biasanya menguasai orang yang sedang dimabuk cinta. Dari kata &lt;em&gt;eros&lt;/em&gt; muncul kata &lt;em&gt;erotika&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasih &lt;em&gt;eros&lt;/em&gt; adalah kasih terhadap diri sendiri. Seorang suami yang dikuasai oleh kasih &lt;em&gt;eros&lt;/em&gt;, ketika ia berkata bahwa ia mencintai istrinya, sebenarnya sedang mengatakan, “Aku mengasihimu istriku, supaya kau melayani kebutuhan-kebutuhan seksualku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hubungan bisnis, seseorang yang dikuasai oleh kasih &lt;em&gt;eros&lt;/em&gt;, ketika ia tampak begitu peduli terhadap temannya, sebenarnya sedang berkata, “Aku mengasihimu supaya aku dapat memanfaatkanmu demi kemajuan bisnisku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasih &lt;em&gt;eros&lt;/em&gt; bersifat merusak. Ia merusak hubungan suami istri, bisnis, pekerjaan, bahkan hubungan dengan Tuhan. Kasih &lt;em&gt;eros&lt;/em&gt; hanya menuntut, mengambil, dan menyedot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis kasih yang kedua adalah kasih &lt;em&gt;phileo&lt;/em&gt; atau kasih yang bersifat timbal balik. Artinya, kasih yang diungkapkan merupakan balasan atas kasih yang diterima. Orang yang memiliki kasih &lt;em&gt;phileo&lt;/em&gt; akan berkata, “Kalau kamu semakin mengasihi aku, maka aku pun akan semakin mengasihimu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasih &lt;em&gt;phileo&lt;/em&gt; adalah jenis kasih yang terbatas dan dapat berubah-ubah. Ia mengikuti perasaan. Jika hati sedang terluka atau sakit, maka kasih &lt;em&gt;phileo&lt;/em&gt; akan berkurang, bahkan bisa padam sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis kasih yang ketiga adalah kasih Tuhan atau biasa dikenal dengan sebutan kasih &lt;em&gt;agape&lt;/em&gt;. Tuhan hanya memiliki satu jenis kasih ini. Ia tidak mengenal kedua jenis kasih lainnya. Namun, kasih ini dapat dimiliki dan dipraktikkan oleh manusia. Kasih &lt;em&gt;agape&lt;/em&gt; tidak tidak tergantung keadaan atau perasaan. Kasih &lt;em&gt;agape&lt;/em&gt; adalah kasih yang memberi tanpa syarat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasih &lt;em&gt;agape&lt;/em&gt; inilah yang seharusnya dimiliki oleh pasangan suami istri, sehingga mereka masing-masing dapat saling memuaskan pasangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang hubungan intim suami istri, seorang pembicara bernama Freddy Liong, yang selalu membawakan topik &lt;em&gt;Keluarga Ilahi&lt;/em&gt; dalam pembinaan di gereja kami, memberikan resep bahwa suamilah yang seharusnya melayani istrinya terlebih dahulu. Bukan sebaliknya! Alasannya, karena wanita membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai puncak syahwatnya dibanding pria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi: &lt;em&gt;Touching Heaven Changing Community &lt;/em&gt;(&lt;em&gt;THCC&lt;/em&gt;) – Seri Berbuah, Ir. Eddy Leo, M.Th., Metanoia Publishing, Cetakan Pertama, Maret 2007, hlm. 24 – 30.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1316712022148112378-5169422343408791953?l=keluargaharmonis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1316712022148112378/posts/default/5169422343408791953'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1316712022148112378/posts/default/5169422343408791953'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargaharmonis.blogspot.com/2007/03/tiga-jenis-kasih.html' title='Tiga Jenis Kasih'/><author><name>Paulus Herlambang</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ShLybJ76fZ0/Shtg4EFrYAI/AAAAAAAAAGQ/Rsy5fDs0_1w/S220/Paulus.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1316712022148112378.post-3075452033537626079</id><published>2007-03-27T11:43:00.000+07:00</published><updated>2007-04-21T10:09:35.525+07:00</updated><title type='text'>Istri Menyervis Suami?</title><content type='html'>Minggu sore (25/3) yang lalu, istri saya pulang dari sebuah retreat di daerah Sukabumi, Jawa Barat. Ia menumpang mobil milik sepasang suami istri. Dalam perjalanan pulang itulah sang suami bertanya kepada Debby, istri saya, bagaimana supaya istrinya mau menyervis dia. Menurutnya, kalau begini terus, lama-lama ia bisa ‘jatuh’ juga. Mendengar itu, istrinya kontan menjawab, “Kamu kasih dulu &lt;em&gt;dong&lt;/em&gt; uang yang banyak. Saya pasti mau &lt;em&gt;nyervis&lt;/em&gt; kamu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Debby menjawab sang istri, “Wah, kamu mesti ikut Wanita Bijak (nama sebuah pelayanan khusus untuk wanita). Di Wanita Bijak, memang banyak &lt;em&gt;tuh&lt;/em&gt; istri-istri yang minta segala macam kepada suaminya. Ada yang minta dibelikan hp, baru mau melayani suaminya.” Debby menambahkan, bahwa pada akhir sesi yang membahas tentang permintaan para istri tersebut, banyak wanita yang maju ke depan untuk menyatakan penyesalannya dan berkomitmen untuk tidak melakukannya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu di meja makan, setelah Debby bercerita tentang percakapannya dengan kedua temannya itu, sebenarnya saya ingin mengatakan sesuatu. Namun, saya menahannya. Saya memang tipe orang yang tidak cepat berbicara, kalau saya merasa bahwa omongan saya mungkin kurang tepat. Jadi, saat itu saya hanya menjadi pendengar yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi ini (Selasa, 27/3), saya berkesempatan untuk membahas percakapan Debby dengan kedua temannya itu lagi. Saya mengungkapkan kalimat yang sudah ada di benak saya sejak Minggu malam, “Harusnya kamu jawab begini kepada suaminya. Kayak suami saya &lt;em&gt;dong&lt;/em&gt;, dia yang &lt;em&gt;nyervis&lt;/em&gt; saya!” Ya, pembaca, ini memang urusan dalam negeri. Tetapi di sini terkandung sebuah konsep yang mendalam. Saya akan membahasnya dalam artikel berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar ucapan saya, Debby langsung menjawab, “Iya, di kantor, saya juga pernah bilang ke teman-teman (wanita), bahwa saya &lt;em&gt;gak&lt;/em&gt; akan berselingkuh, karena untuk urusan yang satu itu saya mendapat pelayanan yang memuaskan (diservis).” Ia malah berani berkata kepada teman-temannya, “Kalian pada &lt;em&gt;nyervis&lt;/em&gt;, kan?”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1316712022148112378-3075452033537626079?l=keluargaharmonis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1316712022148112378/posts/default/3075452033537626079'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1316712022148112378/posts/default/3075452033537626079'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargaharmonis.blogspot.com/2007/03/istri-menyervis-suami.html' title='Istri Menyervis Suami?'/><author><name>Paulus Herlambang</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ShLybJ76fZ0/Shtg4EFrYAI/AAAAAAAAAGQ/Rsy5fDs0_1w/S220/Paulus.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1316712022148112378.post-5392440767998867143</id><published>2007-03-20T08:54:00.000+07:00</published><updated>2007-04-21T10:01:54.672+07:00</updated><title type='text'>Gaya Hidup Suami Istri Menentukan Kualitas Keturunan</title><content type='html'>Pada paruh pertama abad ke-18 hidup seorang hamba Tuhan bernama Jonathan Edwards. Ia menikah dengan seorang gadis yang takut akan Tuhan. Kemudian mereka berdua menjadi misionaris di India.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa yang sama, hidup pula seorang atheis bernama Max Jukes yang menikah dengan sesama atheis. Setelah beberapa generasi terlihat nyata perbedaan di antara kedua keluarga tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari keluarga Jukes (sang atheis) lahir 310 orang yang mati sebagai gembel, 150 orang penjahat, 7 orang pembunuh, dan 100 orang pemabuk berat. Selain itu, hampir separuh keturunan mereka menjadi pelacur, dan 540 orang menjadi beban negara yang memboroskan keuangan negara tak kurang dari US$ 250.000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan dari keluarga Edwards (sang hamba Tuhan) lahir 13 orang rektor, 65 profesor, 3 senator AS, 30 hakim, 100 pengacara, 60 dokter, 75 perwira angkatan darat dan laut, 100 penginjil dan pendeta, 60 penulis terkenal dalam disiplin ilmu masing-masing, 1 wakil presiden AS, 80 pemuka masyarakat, dan 195 alumnus universitas yang menjadi gubernur dan menteri. Tak seorang pun dari 1.394 keturunan mereka yang didata memboroskan dan menjadi beban keuangan negara, satu sen pun tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata gaya hidup suami istri sangat menentukan kualitas keturunan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: The Broadcaster (Buletin YASKI), Volume 37, Januari 2007, hlm. 9.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1316712022148112378-5392440767998867143?l=keluargaharmonis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1316712022148112378/posts/default/5392440767998867143'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1316712022148112378/posts/default/5392440767998867143'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://keluargaharmonis.blogspot.com/2007/03/gaya-hidup-suami-istri-menentukan.html' title='Gaya Hidup Suami Istri Menentukan Kualitas Keturunan'/><author><name>Paulus Herlambang</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ShLybJ76fZ0/Shtg4EFrYAI/AAAAAAAAAGQ/Rsy5fDs0_1w/S220/Paulus.JPG'/></author></entry></feed>
